Breaking News

Hasil Buruk Bikin PS Bengkulu Diambang Jurang Degradasi Liga 3


BENGKULU - Perjalanan tim kesayangan "Tobo Kito" yakni PS. Bengkulu dalam mengarungi Liga 2 Tahun ini akan berakhir sudah. Pasalnya dari pertandingan baru-baru ini PS Bengkulu kembali berhasil meraih hasil mengecewakan kalah dari tuan rumah Persikad Depok dengan skor tipis 1:0.

Hasil tersebut kini mengantarkan PS Bengkulu tetap berada diperingkat keenam klasemen akhir dan harus membuang asa besarnya untuk bisa bertahan di Liga 2 Indonesia tahun depan. Bahkan sudah diprediksi bahwa masyarakat Bengkulu khususnya bagi fanatisme PS. Bengkulu Panglimania tidak akana bisa lagi menyaksikan tim kesayangannya di Liga 2 karena PS. Bengkulu akan bermain di kompetisi kasta ketiga Liga 2 Indonesia.

Lantas bagaimanakah tanggapan pecinta bola Bengkulu melihat hasil buruk PS Bengkulu tersebut. Beragam komentar muncul di media sosial (Medsos) terkait hasil tak memuaskan PS Bengkulu tersebut. Para soporter Panglimania memberikan tangapan sinis akan perjalanan PS Bengkulu.
Malas awak nonton Liga 3 Tarkam..wkwkwkwk" tulis akun Antonio Nja.
Kalau main di liga 3, ambo yakin nian bakal sulit untuk main di liga 2. Karena proessnyo panjang," tutur akun Mar Yani.
Rentetan hasil buruk PS. Bengkulu di liga 2 Indonesia tentu memupus impian Panglimania terhadap tim kesayangannya. Maklum bila PS. Bengkulu bisa berbicara banyak maka bukan tidak mungkin bisa melangkah jauh di liga 1 Indonesia meski berat. Tapi dengan kenyataan pahit tersebut maka kini yang tinggal diharapkan konsistensi para pemain dan sporter Panglimania untuk tatap memberikan dukungan PS Bengkulu dalam mengarungi kompetisi kasta ketiga Indonesia.

Disisi lain ada harapan wakil Bengkulu yang kini berlaga di kompetisi kasta ketiga yakni PS. Benteng yang diharapkan bisa menembus liga 2. Namun perjalanan PS Benteng ini terbilang berat karena banyak tim dari provinsi lain yang ingin masuk di liga 2 Indonesia.
Tahun depan Kito lawan PS Benteng, PS Bengkulu Putra, Indonesia Muda, PS Kepahiang," tulis akun Rachman Rifky.[**/E01] 


Tidak ada komentar