Breaking News

31 Oktober Ini, Semua Pengguna Hp Wajib Registrasi Ulang Menggunakan NIK


JAKARTA - Terhitung sejak tanggal dikeluarkannya keputusan Kementerian Komunikasi dan Informatita (Kominfo), 11 Oktober 2017 lalu. Setiap pengguna Hp atau Ponsel kartu prabayar wajib melakukan registrasi ulang dengan mencantumkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang mulai akan dilakukan oleh penyedia jasa operator tanggal 31 Oktober mendatang.

Tujuan dari kebijakkan tersebut tidak lain untuk mencegah penyalahgunaan ponsel dalam tindakan kejahatan dan konten negatif lainnya yang terjadi belakangan ini. Bagi pelanggan yang tidak mematuhinya, siap-siap nomor mereka tidak bisa melakukan atau menerima panggilan dan SMS, bahkan tidak bisa terhubung internet. Artinya, nomor tersebut diblokir sementara hingga melakukan registrasi ulang.

Adapun tutorial melakukan registasi ulang sangan mudah.

Pertama : Cari Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga Pada proses registrasi ulang ini pelanggan layanan seluler prabayar akan diminta mengisi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK). Untuk NIK. Anda bisa temukan pada bagian atas data diri di Kartu Tanda Penduduk (KTP) berupa deretan angka atau pada kolom NIK di Kartu Keluarga yang terdiri dari 16 digit.
Untuk nomor Kartu Keluarga, Anda bisa menemukan di bagian atas halaman data di lembar Kartu Keluarga persis di bawah tulisan ‘kARTU KELUARGA’ yang angkanya terdiri dari 16 digit. Pastikan bahwa KTP dan Kartu Keluarga legal dan disahkan oleh Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil.

Kedua: Registrasi Mandiri, setiap Pelanggan seluler prabayar bisa melakukan registrasi sendiri dengan cara mengirimkan SMS ke nomor 4444. FormatSMS registrasi untuk pelanggan lama dan pelanggan baru sedikit berbeda. Bagi pelanggan baru, ketik SMS dengan format NIK#Nomor KK# kirim ke 4444. Dan untuk, pelanggan lama, ketik SMS dengan format ULANG#NIK#Nomor KK# kirim ke 4444
Jika langkah tersebut sudah dilakukan, maka dalam waktu 1×24 jam Anda akan menerima informasi di ponsel Anda bawah registrasi ulang dan proses validasi telah selesai. Nomor NIK dan Kartu Keluarga yang Anda pergunakan telah sesuai dengan database milik Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil.

Ketiga Bila Gagal maka dana menggunakan Surat Pernyataan. Jika, Anda sudah melakukan registrasi ulang dengan NIK dan nomor Kartu Keluarga sesuai yang tercantum pada berkas, tapi menerima informasi bahwa validasi gagal, artinya pihak operator tidak menemukan data yang sesuai pada database Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil. Permasalahan tersebut bisa disebabkan karena dahulu ketika Anda merubah data diri seperti alamat atau status keluarga Anda ada yang tidak terlaporkan ke pihak Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil. Sehingga, data diri pada KTP dan Kartu Keluarga Anda tidak sesuai seperti yang tercatat.

Bagi yang mengalami hal ini, bisa melakukan registrasi ulang dan validasi dengan mengisi lembar pernyataan yang disediakan pada gerai resmi operator seluler yang Anda langgan. Jangan lupa untuk menyertakan berkas seperti KTP dan Kartu Keluarga. Lembar pernyataan ini juga dipergunakan bagi masyarakat yang belum menerima KTP atau e-KTP. Kementerian Kominfo memastikan bahwa seluruh proses ini tidak dipungut biaya.[Net/E01]

Tidak ada komentar