Breaking News

Meski Bermasalah, PU Rejang Lebong Tetap Lanjutkan Proyek Gedung Serga Guna





REJANG LEBONG – Setelah sempat dihentikan selama 1 minggu lebih lantaran diduga bermasalah. Proyek Gedung Serba Guna (GSG) yang berada di Lapangan Setia Negara Curuo akhirnya dilanjutkan kembali oleh pihak kontraktor setelah mendapatkan "lampu hijau" dari Dinas Pekerjaaan Umum Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.

Hal itu terungkap dalam hasil rapat tertutup yang digelar Kepala Dinas Pekerjaan Umum bersama PPTK yang dihadiri Ketua Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kabupaten Rejang Lebong yang juga menjabat sebagai Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Rejang Lebong, Bobon Robiana, SH, dan pihak Kontraktor pelaksana proyek PT Lian Surya, Kamis pagi (07 Desember 2017) di ruang rapat Kepala Dinas.

Kepada wartawan RealitaPost.com, pria yang akrab disapa Bobon usai mengikuti rapat tertutup tersebut menjelaskan, hasil rapat tersebut memutuskan melanjutkan pembangunan sesuai dengan kontrak kerja yang sudah dibuat. Sehingga TP4D sejatinya berpedoman pada hal tersebut dan aturan yang berlaku.
Yang jelas sesuai dengan keputusan rapat bersama bahwa speksifikasi kontruksi bangunan yang sudah jadi akan diuji di laboratorium balai kontruksi untuk memastikan bangunan tersebut sesuai atau tidak. Secara teknis saya tidak memahami hal tersebut namun hasil lap itu nanti akan dijadikan pedoman dalam pengawasan kegiatan proyek,” ungkapnya.

Anehnya, Kontraktor Proyek GSG menurut informasi bernama Kholik berparas mirip bule usai rapat tersebut enggan memberikan keterangan terkait kegiatan proyek yang dilaksanakan. Dengan alasan sibuk, ia kemudian mendelegasikan hak jawabnya kepada orang kepercayaannya bernama Madun.

Dalam keterangannya, Madun, mengaku hasil rapat disepakati bahwa pekerjaan penyelesaian proyek gedung serba guna (GSG) tetap dilanjutkan bersamaan dengan upaya pengujian fisik kontruksi bangunan yang sudah dikerjakan. Apabila hasil uji lab diketahui kekuatan kontruksi beton bangunan tidak sesuai maka pihaknya akan menambah daya kekuatan fisik bangunan sesuai dengan spek yang ditetapkan.
Secepatnyanya kita lanjutkan. Nanti bila hasil uji lab menyatakan tidak sesuai maka kita siap CCO (Contract Change Order). Artinya  akan terjadi Addendum atau Amandemen Kontrak.,” ujarnya.

Terkait dokumen perencanaan yang dilakukan pihak konsultan perencanaan, ia menjawab diplomatis bahwa dokumen perencanaan sudah sesuai. Terkait kualitas kontruksi bangunan yang dikerjakan disebabkan faktor cuaca dan kondisi lapangan.”Yang jelas kita optimis insyahal sesuai kontrak.

Sebelumnya, PPTK Proyek GSG, Sekaligus Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Rejang Lebong, Hamsapari, menegaskan penghentian pembangunan proyek senilai Rp 9,7 milliar lebih ini karena hasil pemeriksaan sementara tim Dinas Pekerjaan Umum beberapa waktu lalu menemukan indikasi kualitas kontruksi bangunan tidak sesuai spek. Sehingga saat itu juga pihaknya mengambil sikap menghentikan sementara kegiatan sambil meminta pihak BPKP dan TP4D untuk melakukan pemeriksaan terhadap hasil pekerjaan bangunan.   

Menariknya, Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi, sempat melontarkan statmen kepada media, bila pihak kontraktor tidak beres melakukan pekerjaan pembangunan fisik bangunan yang sudah diberikan Pemerintah Daerah melalui Dinas terkait maka harus di blacklist atau putus kontrak. Faktanya, kasus proyek GSG tidak diambil langkah tegas tersebut dengan berbagai alasan dan pertimbangan.[DMR]  

Tidak ada komentar