Breaking News

Awas..! Investasi Bodong “Bitcoin” Mulai Melirik Warga Rejang Lebong


REJANG LEBONG – Puluhan warga Curup Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, Selasa siang (23 Januari 2018) sekitar pukul 14.00 WIB, tampak berduyun-duyun menghadiri undangan acara kegiatan seminar investasi “Bitcoin” yang dipusatkan di salah satu hotel ternama di Curup.

Padahal Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan bersama Bank Indonesia dan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum lama ini secara tegas mengeluarkan pernyataan resmi yang dirilis sejumlah media nasional bahwa investasi “Bitcoin” merupakan bentuk investasi “bodong” yang perlu diwaspadai masyarakat karena tidak memiliki legalitas resmi dari pemerintah.

Namun informasi tersebut nampaknya belum cukup diketahui masyarakat. Tebukti acara yang digelar banyak dihadiri masyarakat umum karena dikomandoi Promotor Bitcoin Indonesia Mr Santoso yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Utara bersama sejumlah komunitas bernama “Team Bitconnect”. Bahkan acara itu dikemas menarik dengan memberikan iming-iming “doorprize” yang diundi melalui guntingan kupon dari setiap peserta yang hadir. Tujuannya tidak lain agar masyarakat tahu dan akhirnya terpengaruh ikut bergabung dalam investasi “bodong” tersebut.

Terhadap seminar investasi bodong “Bitcoin”, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI), Bayu Saputra, disela-sela acara Sekolah Pasar Modal Syariah STAIN Curup, mengajak dan mengimbau kepada masyarakat Rejang Lebong untuk waspada  maraknya investasi Bitcoin tersebut. Karena investasi “Bitcoin” sudah dinyatakan sebagai jenis investasi bodong oleh Pemerintah melalui Menteri Keuangan dan OJK.

“Jangan sampai masyarakat awam kembali menjadi korban dari investasi bodong “Bitcoin” yang kini mulai marak di Bengkulu khususnya Rejang Lebong. Kalau mau investasi silakan cari jenis investasi yang sudah jelas dan memiliki jaminan sebagaimana yang sudah disosialisasikan pihak OJK dan BEI,” imbaunya.

Beberapa ciri investasi bodong yang patut diwaspadai yakni tidak memiliki lembaga penjamin perusahaan investasi seperti OJK, KSEI, KPEI dan sebagainya. Disamping itu, modus investasi bodong biasanya selalu menawarkan kuntungan berlipat ganda dengan nilai investasi yang jauh diluar akal logika bisnis. Kemudian selalu menonjolkan segelintir orang yang sukses berinvestasi kepada masyarakat awam.

Sementara itu, salah satu investor asal Rejang Lebong yang juga menjabat sebagai Ketua Prodi Ekonomi Syariah STAIN Curup, Noprizal, mengimbau kepada masyarakat khususnya mahasiswa yang ada di Rejang Lebong untuk tidak mudah tergiur dengan segala macam kedok investasi bodong.


“Kan investasi “Bitcoin” sudah dinyatakan dengan tegas oleh pihak terkait sebagai salah satu jenis investasi yang patut diwaspadai. Kami pun akan berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat melalui program pengabdian masyarakat bekerjasama dengan pihak OJK dan BEI untuk waspada memilih jenis investasi,’ terangnya. [DMR]

Tidak ada komentar