Breaking News

PLTU Di Demo Massa, Gub: Periksa Dokumen AMDAL


Belasan massa menuntut aktivitas PLTU Batu Bara Teluk Sepang ditutup karena diduga membuat polusi dan mengabaikan K3

Bengkulu – Aktivitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batu Bara di Kelurahan Teluk Sepang Kota Bengkulu, pada Selasa siang (30 Januari 2018) didemo belasan massa yang berorasi di Simpang Lima Kota Bengkulu.

Atas adanya aksi demo tersebut, orang nomor satu Provinsi Bengkulu, Rohidin Mersya, disela-sela acara peresmian kantor pusat Bank Bengkulu memberikan tanggapanya. Menurutnya, kegiatan perusahaan PLTU Batu Bara Teluk Sepang itu bisa diperiksa izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) sehingga itu akan terjawab dan wajib dipatuhi pihak perusahaan.

“Untuk itu segera dipatuhi dokumen AMDAL-nya. Karena disana pasti ada teknoligi dan kebijakkan yang harus ditaati dan itu bisa dipantau aktivitasnya,” ujarnya.

Soal dampak kesehatan pekerja dan masyarakat sekitar lokasi, ia tidak menampik Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu untuk turun meninjau kondisi para pekerja perusahaan PLTU Batu Bara dan memastikan apakah ada pekerja yang mengalami gangguan kesehatanya.”Ya bisa saja itu dilakukan,” singkatnya.

Sementara itu, coordinator aksi demo, Veni Oktavera, dalam rilis tuntutannya disebutkan ada bebrapa poin yang menjadi tuntutan massa antara lain. Pertama, menuntut pihak perusahaan stockpile PLTU Batu Bara Teluk Sepang agar menyediakan alat pelindung diri (APD) dan menerapkan standard keselamatan kerja (K3) bagi pekerja.

Lalu, menuntut Pemerintah menghentikan aktivitas dan investasi perusahaan tersebut karena memberikan dampak buruk bagi kesehatan pekerja dan lingkungan. Energi yang dikelola sangat kotor. Dan terakhir menolak proyek PLTU Batu Bara diseluruh wilayah Provinsi Bengkulu.[DMR]

Tidak ada komentar