Breaking News

Edwar Desak PUPR Kepahiang Perbaiki Jalan Kota Beringin-Watas Marga


 
Anggota DPRD Kepahiang Edwar Samsi

KEPAHIANG – Saat ini kondisi jalan lintas batas (Jalintas) Desa Simpang Kota Beringin Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang menuju Desa Watas Marga Kecamatan Curup Selatan Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu yang mengalami kerusakkan parah.

Teracatat ada 6 titik kerusakkan disepanjang jalan sehingga mengakibatkan akses lalu lintas kendaraan warga jadi terganggu. Belum lagi lebar badan jalan yang perlu diperlebar mengingat kendaraan yang melintas dijalur tersebut bukan hanya kendaraan mobil kecil tapi kendaraan tonase yang kerap melebihi muatan. 

Mirisnya baru-baru ini sejumlah warga sekitar secara swadaya melakukan perbaikan jalan dengan alat dan material seadanya demi memberikan kelancaraan bagi warga yang melintasi jalan tersebut. Lucunya Pemerintah Desa yang berada disepanjang jalan tersebut terkesan tutup mata dengan kerusakkan jalan tersebut.

Menanggapi kerusakkan jalan tersebut, anggota DPRD Kepahiang, Edwar Samsi, saat ditemui di gedung parlemen DPRD Kepahiang, mengungkapkan rasa prihatin dengan kerusakkan jalan lintas perbatasan Kepahiang-Rejang Lebong yang puluhan tahun belum tersentuh perbaikkan. Bahkan ia mempertanyakan kinerja dinas terkait, Camat hingga Pemerintah Desa setempat yang kurang pro aktif dalam memperjuangkan usulan perbaikan jalan tersebut.

“Setahu saya jalan itu diperbaiki tahun 2005 hingga kini belum ada perbaikkan lagi. Makanya saya minta kepada pihak Dinas PUPR Kepahiang segera melakukan perbaikkan jalan kelas 3 tersebut. Karena usulan perbaikkan jalan tersebut sudah masuk namun hingga kini belum tahu apakah bisa dikerjakan atau tidak. Yang jelas kita sangat prihatin terhadap warga yang tinggal disekitar mulai dari Desa Simpang Kota Beringin, Desa Suka Marga, Watas Marga hingga Desa Lubuk Penyamun,” tegas Politisi PDI-Perjuangan ini.

Ia juga mempertanyakan tanggungjawab pihak pemilik tambang yang berada di Desa Lubuk Penyamun. Sebab, kerusakkan parah jalan tersebut dipicu kendataan truk angkutan tambang pasir yang setiap hari melintas dengan muatan melebih tonase kelas jalan yang dilintasi.”Itu jalan kelas tiga sehingga kalau nantinya diperbaikki pemerintah daerah harus ditertibkan kendaraan tonase yang melintas. Kita bukan melarang mereka melintasi jalan tersebut namun tetap sesuaikan dengan kapasitas baban jalan. Kalau melebihi batas maka kerusakkan tidak bisa dihindari lagi,” pintanya.[Damar]

Tidak ada komentar