Breaking News

Wujudkan Transparansi, BPKAD Bengkulu Utara Sosialisasikan E-Auction



BENGKULU UTARA – Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu melalui Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah, Kamis (18 Januari 2018), mensosialisasikan E-Auction sebagai wujud transparansi lelang Kantor Pelayanan Negara dan Lelang (KPKNL).

Kepala BPKAD BU Drs. H. Kisro Zanito, MM ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, yang menuturkan pentingnya sosialisasi ini agar dapat mengenalkan kepada masyarakat mengenai Lelang berbazis internet (e-auction) sebagai salah satu inovasi dalam pelayanan lelang agar transparan.

Hal tersebut, lanjut dia bagian dari harapan Menteri Keuangan yang menginginkan pelaksanaan lelang tahun 2018 wajib seratus persen sudah melalui e-auction."Kita mendapatkan mandat dari pihak KPKNL Bengkulu, untuk memberikan ruang dan waktu sebelum dilaksanakannya lelang kendaraan dinas dalam waktu dekat, mengadakan sosialisasi dan simulasi lelang e-auction. Dengan narasumber langsung dari pihak KPKNL, dengan sasaran para stakeholder di wilayah kerja KPKNL Bengkulu,” ungkap Kisro.

Kisro berharap dengan diselenggarakan kegiatan sosialisasi ini, dapat bermanfaat terhadap masyarakat untuk mempermudah para stakeholder menggunakan e-auction. Pelaksanaan sosialisasi e-Auction ini sekaligus juga menjadi bukti nyata, keseriusan pemerintah dalam memperbaiki reputasi dan anggapan negatif publik, terhadap lelang yang terkesan dapat diatur dan dipermainkan oleh para pihak yang mengambil keuntungan dengan cara yang salah.

“Kita hanya ingin memperbaiki image buruk yang tercipta hingga saat ini ditengah-tengah masyarakat, bahwa pemerintah khususnya Pemkab BU tidak ada campur tangan dalam hal proses lelang kendis yang akan dihelat nanti. Jelas di sini nanti lelang dilakukan secara langsung kepada yang berminat melalui e-auction. Diharapkan bagi masyarakat yang berminat, untuk memahami lebih jauh terkait lelang e-auction dapat hadir pada kegiatan sosialisasi nanti,” imbuhnya.

Lebih jauh Kisro menambahkan, sedikit kisi-kisi yang jelas memihak kepada masyarakat, dan transparan dalam proses lelang yang akan dihelat. Yakni, meminimalisir unsur Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dan pengaduan masyarakat, lebih mudah karena telah tersistematisasi serta keuntungan untuk kas negara lebih besar karena terhindar dari para spekulan. Selain itu, peserta lelang tidak perlu datang langsung ke tempat lelang cukup melalui aplikasi e-Auction, sehingga lebih hemat waktu dan biaya. Selanjutnya, e-Auction dapat diakses dimana saja dan kapan saja selama terhubung dengan jaringan internet.[ADV/DRM]

Tidak ada komentar