Breaking News

Diduga Terlibat Pungli, Eks Dewan “Lambar” Terancam 9 Tahun Penjara


LAMPUNG BARAT — Keberhasilan pengungkapan praktek dugaan pungutan liar oleh Tim Sapu Bersih (Saber Pungli) Polres Lampung Barat (Lambar), yang melibatkan  Imronudin (55), mantan anggota DPRD Lampung Barat, Senin 26 Maret 2018 yang resmi ditetapkan sebagai tersangka dan siap mendapatkan ancaman pidana penjara selama 9 tahun.

Kapolres Lampung Barat AKBP. Tri Suhartanto mengatakan, petugas menangkap tersangka Imronuddin, setelah mendapat laporan dari korban Kepala SMK Negeri se-Lampung Barat atas dugaan kasus pemerasan. Berdasarkan laporan tersebut, tim Saber Pungli langsung melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap tersangka yang merupakan mantan anggota DPRD Lampung Barat.

“Petugas menangkap tersangka, Senin 26 Maret 2018. Saat itu tersangka baru keluar dari SMK Negeri 1 Way Tenong, setelah mengambil uang yang menjadi barang bukti Operasi Tangkap Tangan (OTT),”ujarnya.

Kronologis penangkapan tersangka ini berawal ketika tersangka mendatangi Kepala SMK Miftahul Ulum berinisial YT dan meminta sejumlah uang sebesar Rp 5 juta setiap Kepala Sekolah agar kasus dugaan penyimpangan dana BOSDA dan Bansos. Menurut tersangka ada 4 Kepala SMKN di Lampung Barat yang menurutnya telah melakukan penyimpangan. Diantaranya, SMK Negeri I Way Tenong, SMK Negeri Pagar Dewa, SMK Negeri Kebun Tebu dan SMK Negeri Liwa.

“Merasa terancam, empat Kepala SMK itu melalui Ketua MKKS SMK Lampung Barat menyerahkan uang sebesar Rp 8 juta. Namun masing-masing sekolah, hanya memenuhi Rp 2 juta dari Rp 5 juta yang diminta tersangka IN,”ungkapnya.

Sebelum menyerahkan uang, korban merasa ketakutan dan tertekan. Untuk menjaga nama baik sekolah, siswa dan dewan guru. Melalui Ketua MKKS SMK Lampung Barat, korban melaporkan dugaan pemerasan itu ke Mapolres Lampung Barat dan terlapor pun langsung ditangkap petugas bersama barang bukti uang tunai.

“Barang bukti yang disita empat buah amplop, didalamnya berisi uang Rp 2 juta/amplop. Keempat amplop itu, bertuliskan masing-masing sekolah SMKN. Akibat perbuatannya, tersangka Imronuddin dijerat Pasal 368 dan atau 369 tentang pemerasan, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 9 tahun.[DONGAH]


Tidak ada komentar