Breaking News

Giliran Mahasiswa & Pemuda Galang Koin Peduli Nasib SDN 3


Sejumlah Mahasiswa dan Pemuda asal Pesisir Barat yang berada di Provinsi Lampung terpanggil menggelar penggalangan KOIN PEDULI terhadap nasib pelajar SDN 3 Pesisir Barat yang digusur Pemda setempat secara sepihak
PESIBAR – Aksi protes dan rasa peduli masyarakat terhadap nasib SDN 3 atas tindakkan Pemerintah Pesisi Barat Provinsi Lampung yang membongkar dan memindahkan secara sepihak kegiatan belajar mengajar sekolah tersebut kian meluas.

Jika sebelumnya sejumlah LSM dan gabungan masyarakat telah melakukan aksi koin peduli bagi ratusan murid SDN 3. Kini giliran, gabungan Mahasiswa dan Pemuda Pesisir Barat yang ada di Provinsi Lampung ikut terpanggil hatinya menggelar aksi serupa.

Fibriand Andika, Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa, Pemuda Pesisir Barat, kepada wartawan, mengaku prihatin dengan sikap arogansi Pemerintah Daerah Pesisir Barat yang tega membongkar gedung SDN 3 Pasar Krui Pesisir Barat secara sepihak dan tanpa pesiapan lokasi lain.

“Tentu saya Mahasiswa yang berasal dari Pesisir Barat, sangat prihatin melihat adik adik saya yang di Krui melakukan ujian tengah semester di halaman sekolah. Aksi koin peduli ini sejatinya sebagai wujud kepedulian kami terhadap nasib adik-adik kamidan berharap  bisa langsung ke Pesisir Barat untuk menyampaikan rasa prihatin kepada dewan guru dan murid SDN 3 yang kondisinya memperihatinkan korban dari kebijakan pemerintah setempat,” ujar Riand


Seperti diberitakan sebelumnya, siswa SDN 3 Pasar Krui yang berdiri sejak Tahun 1910 tersebut, harus menjalankan ujian tengah semester di halaman sekolah yang mereka tumpang, akibat sekolah nyaman dengan fasilitas lengkap yang mereka gunakan selama ini digusur oleh Pemkab Pesisir Barat.

Atas peristiwa tersebut, Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Pesisir Barat (HMPPB) Jumat (30/3) melakukan aksi peduli pengumpulan Koin Peduli Pendidikan yaitu pada Lampu Merah Way Halim Bandar Lampung harapan dapat membantu mempercepat proses pembangunan gedung sekolah yang baru, yang walaupun telah digusur awal Tahun 2017, tetapi sampai saat ini tidak ada program pembangunan dan tidak dianggarkan dalam APBD Pesisir Barat TA 2018.

Sementara Ketua Umum HMPPB Ahmad Erdi Mustika, mengaku akan menunggu respon DPRD, Pemkab Pesisir Barat, apabila belum juga ada kejelasan, pihaknya akan melanjutkan aksi lebih dari sebagai tamparan kepada Pemkab Pesibar, kami akan bawa permasalahan ini ke Kementerian Pendidikan, sampai ada kejelasan dari pihak Pemkab. Selain itu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang ada di Pesibar diam membisu tanpa ada respon seakan buta tuli.

“Hasil hari pertama koin peduli Rp 972. 500 ribu akan kami serahkan ke DPRD, harapan kami setelah adanya pengumpulan koin ini Pihak Legislatif  agar para dewan yang dipilih masyarakat tidak tidur dan Eksekutif bisa lebih peka terhadap pendidikan di Kabupaten Pesisir Barat” pungkas Erdi.[DONGAH]

Tidak ada komentar