Breaking News

Organisasi Keluarga Minang Bengkulu Terbelah Dua..?





BENGKULU – Pasca dikukuhkannya Ketua DPW Induk Keluarga Minangkabau (IKM) Provinsi Bengkulu, Joni Ardi, oleh Plt Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA, beberapa waktu lalu di kediaman dinas Wakil Gubernur Bengkulu memberikan warna dikalangan keluarga minangkabau Provinsi Bengkulu.

Sebelumnya keluarga Minangkabau Bengkulu sangat solid dan kompak dalam organisasi Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM). Namun dengan hadirnya organisasi Induk Keluarga Minangkabau (IKM) membuat orang asli Minangkabau yang tinggal di bumi Raflesia berpotensi terbelah dua. Pasalnya, kedua organisasi ini sama-sama beranggotakan keluarga Minangkabau Sumatera Barat.

Saat dihubungi wartawan RealitaPost.com, Ketua DPW Joni Ardi, melalui via selulernya menegaskan bahwa organisasi IKM yang dipimpinnya itu merupakan organisasi yang bergerak dibidang sosial dan keagamaan. Bahkan dirinya dengan tegas menolak keterlibatan anggota dan pengurus dalam kepentingan politik.

“Jadi kalau ada anggota kita atau pun pengurus ikut berpolitik dalam organisasi ini maka saya akan keluarga dari organisasi Induk Keluarga Minangkabau. Kita ingin organisasi ini berjalan pada tujuan utama dibidang sosial dan keagamaan. Seperti yang sudah kita programkan yakni Safari Subuh berjemaah,” tegas mantan Ketua I Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Kota Bengkulu, Jumat siang (16 Maret 2018).

Salah satu alasan mendasar dibentuknya pengurus DPW Induk Keluarga Minangkabau (IKM), lanjut dia, karena organisasi ini mulai dari tingkat pusat hingga di daerah di Indonesia sudah ada kepengurusan. Disamping itu, IKM ditingkat pusat sudah ada pengurus DPP dan kami memang ingin organisasi yang dibuat mulai pusat hingga daerah sudah ada pengurus. Atau istilah bahasa minangnya itu.”Keate Bepucuk, Kebawah Beurek”."Kami tidak membatasi orang minangkabau untuk bergabung karena soal mau bergabung atau tidak itu soal hak pribadi dan tidak bisa diintervensi siapapun," tegasnya.
Sejauh ini struktur organisasi IKM, sambung dia lagi, sudah terbentuk terdiri dari 8 Biro yang beberapa waktu lalu sudah merumuskan program yang akan dilaksanakan. Namun secara rinci belum dijabarkan dan akan dibahas lebih lanjut dalam waktu dekat ini. Disamping itu, DPW IKM memiliki 9 Jurai yang siap menjalankan program kerja yang disusun pengurus.”Yang jelas dalam waktu dekat kita memiliki program pembuatan KTA bagi anggota dan pengurus. Kita melarang anggota atau pengurus bergabung dengan organisasi sejenis,” terangnya.[DAMAR]

Tidak ada komentar