Breaking News

Warga Pekon Pelita Jaya Dan Pagar Dalam Tolak Perbup 40 Tahun 2017


Puluhan warga sepakat membangun tanda tapal batas

PESISIR BARAT - Peraturan Bupati Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung, Nomor 40 Tahun 2017 tentang Tapal Batas yang dikeluarkan Pemerintah setempat ditolak keras kedua Pekon yakni Pekon Pelita Jaya dan Pagar Dalam. Pasalnya kebijakkan tersebut akan menimbulkan kerugian dan rawan konflik dengan Pekon Tanjung Jati.

Penolakkan tersebut dibuktikan ratusan masyarakat Pekon Pelita Jaya dan Pekon Pagar Dalam dengan melakukan gotong royong pemasangan tapal batas (Tabat) atas antar dua Pekon dan secara bersama-sama, pada Minggu (25 Maret 2018). Lokasi pemasangan Tabat berada di Pemangku Sukajaya Pekon Pelita Jaya dan Pemangku Dua Pekon Pagar Dalam.

Ketua Lembaga Himpunan Pemekonan Pagar Dalam, M.Tohir dan Ketua Lembaga Himpunan Pemekonan Pelita Jaya Siswanto, bersamaan saat di Konfirmasi dilokasi menjelaskan, tidak akan menerima Pebup tersebut.

“Jadi kami dengan tegas sampai kapanpun  tetap mempertahankan Tapal Batas Ini dan menganggap Peraturan Bupati No 40 TH 2017 Itu tidak sah alias cacat hukum. Karena penetapan berdasarkan keputusan Perbub dan tidak pernah mengumpulkan ketiga pemangku pekon,” tegasnya.

Sementara itu, Cik Agus selaku Tokoh Masyarakat Pekon Pelita Jaya yang juga perna menjabat Sebagai Peratin Periode 2004-2010, menceritakan sejarah wilayah Kepemekonan Pelita Jaya Adalah Pekon yang disahkan Pemerintah sejak tahun 1970-an.

“Jadi batas antar Pemekonan memang sangat jelas sekali, Pelita berbatasan dengan Pagar Dalam. Kalaupun ada perubahan sistem perbatasan maka  harus melalui musayawarah antar Ketiga Pekon yang Berkaitan. Hasilnya, kemudian diajukan kepada Pemerintahan Pekon melalui Camat dan diteruskan Pemerintah Daerah. Jika seperti itu mekanismenya maka saya yakin tidak akan ada konflik yang seperti ini terjadi,” ujarnya.

Lebih jauh kata sik Agus, mantan Peratin Tanjung Jati, Iskandar Almarhum kala itu hendak menjual tanah miliknya di seputaran lokasi konflik minta surat dari Peratin Pelita Jaya yang kebetulan saat itu sebagai Peratin.

Apalagi dengan adanya, statmen dari Asisten I “Lingga” dibeberapa media belum lama ini mengatakan bahwa persoalan Tapal Batas antar tiga Pekon Itu sudah selesai membuat warga marah. Itu terjadi setelah 3 hari sejak dikeluarkan Perbup tersebut warga dengan tegas menolak keras.[Dongah]

Tidak ada komentar