Breaking News

Pembangunan Infrastruktur Masih Jadi Prioritas Desa Air Merah




RP, REJANG LEBONG - Pemerintah saat ini memang telah menempatkan pembangunan Indonesia dari wilayah pinggiran yaitu Desa. Yang diharapkan mampu melakukan percepatan pembangunan dengan sistem mengatur kauangan sendiri menuju kesejahteraan warganya.

Wartawan Realitapost mencoba memantau  kegiatan penggunaan DD (Dana Desa) dan ADD (Alokasi Dana Desa) di Desa Air Merah, Ķecamatan Curup Tengah, Kabupaen Rejang Lebong. Saat ditemui di Kantor Desa Air Merah, Kepala Desa melalui Sekdes (Sekretaris Desa) Muzakir, menerangkan program kegiatan fisik/non fisik pembangunan yang sedang berjalan sekarang ini.

"Iya di tahun 2018 ini, yang sedang berjalan  pembangunan pagar Kantor Desa dan Drainase di Dusun 1 hingga Dusun 3 sepanjang 317 meter dengan menggunakan Dana Desa (DD) senilai Rp. 183.767.500 dan untuk Pagar Kantor desa bersumber dari ADD (Alokasi Dana Desa) Rp 86.715.750 dengan Volume 60 meter, dan pelaksana dari TPK( Tim Pengelola Kegiatan) Desa Air Merah,” bebernya, Jumat pagi (18 April 2018).

Lebih lanjut Muzakir menjelaskan, untuk DD(Dana Desa).pencairannya di tahun 2018 ini mencapai Rp 709.389.100 (tiga tahap pencairan). Untuk pencairan di bulan April atau tahap I sebesar Rp 141.000.000 (20 persen), berikutnya berkisar bulan Agustus (40 persen) dan tahap ketiga bulan Oktober sebesar 40 persen.
                                             
Untuk di ketahui Pemanfaatan dana DD/ADD di salurkan ke berbagai bidang, adalah bidang Penyelenggaraan Desa, meliputi gaji perangkat desa, biaya operasional BPD (Badan Pemusyawaratan Desa), biaya Operasional Perkantoran. Kemudian Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa, meliputi infrastruktur jalan, gedung posyandu, drainase. Bidang Pembinaan Kemasyarakatan, dan Bidang Pemberdayaan.

Muzakir mengklaim dengan adanya kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, Warga desa Air Merah merasa sangat terbantu. “Ya, Desa Air merah ini yang berjumlah 365 KK (Kepala Keluarga), atau 1.547 Jiwa Sebagian besar bekerja sebagai petani, jadi untuk warga dusun 1-3 akses jalan menuju lahan perkebunan tidak lagi terendam air di waktu hujan karena sudah ada Drainase begitupun kegiatan yang bersifat swadaya masyarakat." Pungkasnya.(BUDI)

Tidak ada komentar