Breaking News

Nasdem RL Nekat Usung 2 Bacaleg Eks Napi Koruptor


REJANG LEBONG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu sudah resmi mengembalikan berkas bakal Calon Legislatif (Bacaleg) untuk segera dilakukan perbaikan kepada seluruh partai politik peserta Pemilu Legislatif 2019 mendatang. 

Berdasarkan daftar nama Bacaleg yang diserahkan parpol kepada KPU Kabupaten, salah satu parpon Nasdem terdapat 2 nama Bacaleg Eks Napi Koruptor yakni Abu Bakar, SH, dan Edi Iskandar yang saat ini masih menjabat sebagai Anggota DPRD Rejang Lebong yang sudah PAW oleh Pengurusnya.

Menanggapi hal tersebut, KPU Rejang Lebong, Fahamsyah, mengaku akan berkoordinasi dengan pihak terkait yakni Kepolisian dan Kejaksaan Negeri untuk memastikan kebenaran dan adanya putusan atau vonis dari majelis hakim. Pada prinsipnya KPU tetap bekerja sesuai aturan dan tidak terlalu jauh mencampuri masalah internal partai terkait hal tersebut. Namun, KPU tetap berpedoman PKPU Nomor 20 Tahun 2018 terkait larangan Eks Napi Koruptor sebagai calon dalam Pemilu Legislatif 2019 mendatang.

"Tidak hanya 2 Bacaleg itu saja namun seluruh Bacaleg yang berjumlah 412 orang itu akan kita koordinasikan dengan pihak terkait untuk meminta salinan putusan pengadilan terkait Bacaleg yang terindikasi Eks Napi Korupsi. Kalau nantinya terbukti maka kami tidak akan mentolerirnya dan itu sudah menjadi intruksi KPU Pusat sebagaimana diatur dalam PKPU Nomor 20 tahun 2018," terangnya, Sabtu (21 Juli 2018).

Menariknya, Ketua DPD Nasdem Rejang Lebong, Susilawati ini saat dihubungi via selulernya, dihari yang sama mengaku bahwa pencalonan kedua Bacaleg Abu Bakar dan Edi Iskandar Eks Napi Koruptor sudah dikonsultasikan kepada pengurus DPP dan DPW Nasdem. Bahkan, dari hasil tersebut DPP dan DPW akhirnya merestui pencalonan kedua Bacaleg Eks Napi ini karena pertimbangan vonis yang dijatuhkan hakim pengadilan kurang atau dibawah 5 tahun.

"Jadi kami kini tinggal terserah KPU Rejang Lebong saja. Yang jelas kedua Bacaleg yang kita ajukan tersebut sudah melalui proses dan seleksi secara maksimal baik ditingkat Kabupaten, Provinsi bahkan ke Pusat. Kalau saya tidak ajukan maka saya dianggap salah nantinya," paparnya.

Meski demikian, partai besutan Surya Paloh ini sejatinya megnklaim sudah menyiapkan nama pengganti bila kedua Bacaleg Eks Napi Koruptor, Abu Bakar dan Edi Iskandar, dianulir KPU Rejang Lebong dalam Pileg 2019."Ya sudah kita siapkanlah," singkat Buk Sus.

Sementara itu, terkait batas waktu perbaikan nama Bacaleg yang bila terbukti menjadi Eks Napi Korupsi, KPU Rejang Lebong memberikan batas waktu penggantian nama Bacaleg selambat-lambatnya tanggal 31 Juli 2018 (akhir bulan ini).(01)

Tidak ada komentar