Breaking News

Ditangan Bupati, Krui Fair Diduga Hanya Menghabiskan Anggaran Rakyat


Realitapost.com, Pesisir Barat - Festival Krui fair  memperingati HUT Ke IV Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung sejatinya mampu menjadi ajang promosi Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) dalam segala bidang,  progres pembangunan pencapaian dari tahun ketahun hingga promosi wisata.
 
Promosi wisata menjadi potensi besar dan nilai jual Kabupaten yang berjuluk Sai Batin dan para ulama tersebut, tentunya tidak bisa terlepas dari peran media. Ironisnya Pemkab Pesisir Barat melalui DPMPTSP dan OPD terkait terkesan tidak membutuhkan media  untuk ikut berperan mempromosikan dan menginformasikan kegiatan HUT Ke 6 Pesisir Barat tahun 2019. 

Kegiatan Krui Fair 2019  terkesan hanya seremonial saja,  kewajiban untuk menggunakan anggaran, tanpa melibatkan media sebagai pihak yang semestinya menjadi prioritas dalam upaya promosi gaung pameran pencapaian pembangunan Pemkab melalui kegiatan tersebut dalam upaya menarik investor dan lebih mengenalkan Pesibar ke luar daerah, Nasional hingga Internasional.  Seakan hanya  sekedar melaksanakan program,  hampir sama dengan tahun kemaren gara gara HUT Pesibar sampai berurusan sampai Mabes Polri.

Dalam upaya lebih mengenalkan Pesibar kepada khalayak luas, agar dikenal dan ada keuntungan untuk daerah,  seperti menarik investor menanamkan modal atau memperkenalkan objek wisata yang ada.  Tanpa dana Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum dari pusat, Pesibar Nol besar. Sedangkan kalau melihat prospek daerah katanya  Bali ke dua, namun pemimpinnya tidak tahu cara pengelolaan senantiasa urakan tanpa terprogram

"Krui dikenal,  Lebih karena ketertarikan itu datang dari para wisatawan yang pernah berkunjung,  para pihak non pemerintah, swasta dan elemen masyarakat, "ungkap, Wijaya masyarakat pemerhati wisata asal Krui sembari menagatakan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) tidak berjalan.

Sementara itu, hingga berita ini dionline-kan belum ada klarifikasi dari Kepala Dinas terkait,  meskipun sudah di coba berkali-kali dihubungi via telpon selulernya, namun belum ada jawaban resminya.(Ruskan)

Tidak ada komentar