Breaking News

Ada Robot Edukasi "AGORO" Asal Blitar Di Pameran TTGN Ke XXI

RealitaPost.com - Sebanyak 34 Provinsi yang terdiri dari Kabupaten/Kota hadir memeriahkan kegiatan Teknologi Tepat Guna Nasional (TTGN) Ke XXI Provinsi Bengkulu. Masing-masing peserta berlomba-lomba memamerkan hasil produk dan alat berbasis teknoligi tepat guna kepada setiap pengunjung yang dipusatkan di lapangan sport center.

Salah satu peserta stand yang berasal dari Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur tak mau kalah dengan peserta pameran lainnya. Salah satu karya teknolgi yang dipamerkan yakni sebuah robot edukasi yang diberi nama "AGORO" hasil  kreativitas anak-anak Blitar.

Haris Yuana, Koordinator stand pameran Kota Blitar Provinsi Jawa Timur, ditemui, Senin sore (22 September 2019), menjelaskan produk robot edukasi bernama AGORO ini merupakan hasil karyanya yang diharapkan bisa menjadi inspirasi media pembelajaran pihak sekolah untuk siswa/siswi mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi khususnya pecinta robot. Tak hany sekolah, robot edukasi ini bisa dipelajari bagi masyarakat umum dan saat ini produk tersebut telah dipasarkan secara online.

"Ya alhamdulillah produk Robot Edukasi ini sudah bisa didapat di toko-toko online. Harganya pun relatif terjangkau yakni dikisaran Rp 400-500 ribu per unit dan sangat cocok diterapkan pihak sekolah mulai dari SD, SMP dan SMA. Karena panduan cara merakit robot edukasi ini dibuat dalam hasa indonesia sehingga sangat gampang dipahami. Tentu dengan adanya robot edukasi AGORO ini mampu memberikan wadah bagi anak-anak kita yang hobi dengan dunia robotik," terangnya.

Robot Edukasi yang dipasarkan ini, lanjutnya, bisa memberikan wadah bagi pihak sekolah untuk meningkatkan kreativitas para siswa pecinta robotik. Untuk di Kabupaten Blitar saat ini beberapa sekolah telah menerapkan pembelajaran pembuatan robot yang dimasukkan dalam kurikulum ekstra kurikuler."Jadi animo siswa kami sangat positif dan mereka tanpa semangat bisa belajar membuat robot edukasi di sekolah mereka. Tentu harapan kita di Bengkulu bisa menjadi inpirasi untuk diterapkan kepada anak-anak kita. Paling tidak menghindari anak-anak kita dari kecanduan game online," tuturnya.(adv)

Tidak ada komentar