Breaking News

Tekad Peserta Magang Ke Jepang Kurangi Pengangguran

Bengkulu-Upaya terus meningkatkan kualitas SDM Bengkulu sebagai bagian dari salah satu Program Gubernur Bengkulu dalam hal Pengentasan Kemiskinan dan Peretasan Ketertinggalan, Pemprov Bengkulu melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bengkulu, kembali melaksanakan Tes/ Seleksi Daerah Pemagangan Ke Jepang.

Diungkapkan Desi Sartika peserta asal Kabupaten Kaur, dengan digencarkannya program pemagangan seperti ini sangatlah bermanfaat bagi mereka. Sehingga jika lulus mengikuti seleksi ini dan setelah belajar di negara sakura nanti, dirinya akan mengaplikasikan ilmu disana ke Bengkulu.

“Jadi jika saya lolos seleksi dan setelah pulang dari sana, saya ingin mengurangi angka pengangguran, seperti bisa mempunyai karyawan sendiri dan bisa menerapkan ilmu-ilmu saya kepada orang lain,” ungkap Desi usai mengikuti Pembukaan Seleksi Daerah Pemagangan Ke Jepang tahun 2019 Provinsi Bengkulu, di Gedung Serbaguna (GSG) Provinsi Bengkulu, Senin (23/09).

Hal senada juga diungkapkan Sarimun Sopli peserta asal Bengkulu Tengah. Ucapan terima kasih disampaikannya kepada Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, karena telah memberikan kesempatan kepada dirinya dan pemuda Bengkulu lainnya untuk meningkatkan kualitas keahlian kepada mereka.

“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Pak Gubernur karena telah memberikan motivasi, sosialisasi dan kesempatan untuk kami semua. Sekali lagi terima kasih,” katanya.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu Yuliswani mengatakan, dibandingkan tahun sebelumnya, peserta yang mengikuti seleksi pemagangan ke Jepang ini sangat meningkat yaitu diikuti 662 peserta yang berasal dari kabupaten/kota Se-Provinsi Bengkulu. Ini menunjukkan bahwa semangat pemuda-pemudi Bengkulu semakin meningkat untuk mendapatkan ilmu dan pelatihan demi masa depan yang lebih baik.

“Tentu ini kita akan terus berusaha bagaimana sebanyak-banyaknya anak-anak di Provinsi Bengkulu ini mempunyai kesempatan untuk dapat mengikuti seleksi pemagangan ini,” jelas Yuliswani.

Menurut Direktur Bina Pemagangan Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker RI) Fachrurrozi, pemagangan sangat penting dilakukan sebagai salah satu bentuk pengembangan SDM dalam rangka menciptakan tenaga kerja yang efektif dan berkualitas. Selain itu, banyak pengangguran di Indonesia tapi tidak memiliki skill dan itulah menjadi salah satu penghambat penyerapan tenaga kerja.

“57 persen pekerja kita pendidikan SMP ke bawah, sehingga masuk pasar kerja menjadi sulit. Pelatihan fokasi dan pemagangan menjadi sangat penting dan ini momentum besar bagaimana mengangkat anak anak kita untuk bisa berdaya saing, agar mereka bisa bersaing di luar negeri,” terang Fachrurrozi.

Diketahui, 662 orang peserta ini akan mengikuti jalannya seleksi hingga 5 hari kedepan. Hasil seleksi akan diumumkan sekitar 2 pekan setelah seleksi, sembari menunggu arahan dan SK dari Kemnaker RI.

Sementara itu, bagi peserta yang lolos seleksi akan mengikuti magang di Jepang selama 3 tahun, mendapatkan fasilitas pemondokan, uang saku dan asuransi serta setelah kontrak berakhir mereka akan diberikan modal kerja.(RMC)

Tidak ada komentar