Breaking News

Paripurna Raperda Inisiatif DPRD Kepahiang


Realitapost.com, KEPAHIANG -
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten kepahiang menggelar rapat paripurna dalam rangka penyampaian jawaban Raperda Inisiatif DPRD terhadap pandangan umum fraksi-fraksi, pada senin (15/02/2021) diruang sidang utama kantor DPRD kabupaten kepahiang.

Rapat paripurna internal tersebut dipimpin oleh wakil ketua 1 DPRD Andrian Defandra,SE.M.Si, didampingi wakil ketua II Drs.M.Thobari Muad,SH dan diikuti 17 anggota DPRD kabupaten kepahiang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.


Franco Escobar,S.Kom sebagai pengusul raperda kepemudaan menyampaikan ucapan terima kasih kepada fraksi-fraksi DPRD yang telah menyetujui dibahasnya raperda kepemudaan.

Merespon pandangan fraksi nasdem tentang kaderisasi dan usia pemuda 16-30 tahun sesuai dengan undang-undang kepemudaan, disampaikannya akan dibawa pada tahap pembahasan raperda.

"pada tahap pembahasan akan dimasukkan tentang ketentuan usia dan diaturnya konskekuensi jika amanat kepada organisasi kepemudaan tidak terpenuhi,"ujar franco.


Masih dikatakan franco, sikapi pandangan dari fraksi golkar GPPI,dengan situasi saat ini perlunya program dalam menjaga produktifitas pemuda.

"pemkab harus memiliki rencana dan program kepemudaan serta terus  dilakukan evaluasi, hadirnya perda kepemudaan sebagai pengawas arah kebijakan pemkab mengenai kepemudaan"sampainya.

Tidak tepatnya data yang diterima mengenai jumlah pemuda dalam naskah akademik yang disampaikan ke fraksi,franco escobar sampaikan permohonan maaf.

"Data dari disdukcapil usia 16-30 tahun adalah 38.927,pada naskah akademik usia diatas 15 tahun dan hal ini belum dikoreksi, atas kesalahan data ini saya sampaikan permohonan maaf," pungkas franco menyikapi pandangan fraksi kebangkitan bangsa.

Selanjutnya jawaban pengusul raperda tentang pengendalian minuman tuak (minuman tradisional beralkohol) dan produk yang mengandung zat adiktif  disampaikan oleh Hariyanto,S.Kom. MM.

"terima kasih sebesarnya kami sampaikan kepada fraksi-fraksi DPRD yang menyetujui dan memberikan dukungan kepada raperda ini untuk dibahas pada tahap selanjutnya,"kata Hariyanto,S.Kom.MM

Ditambahkannya, terdapat kesamaan pandangan dari fraksi-fraksi DPRD bahwa penyalahgunaan minuman tuak (minuman tradisional beralkohol) dan produk yang mengandung zat adiktif seperti lem aica aibon, samcodin dan komik dikabupaten kepahiang sudah mengkhawatirkan.

"Perlu pengendalian terhadap peredaran minuman tuak dan produk yang mengandung zat adiktif dengan produk hukum,"sampai Haryanto,S.Kom.MM

"Masukan dari fraksi-fraksi DPRD sangat kami butuhkan dalam pembahasan raperda yang diharapkan dapat melindungi masyarakat kabupaten kepahiang ini,"pungkasnya.

Selanjutnya disampaikan oleh Nyimas Tika Herawati sebagai jawaban pengusul atas raperda tentang pengelolaan pasar rakyat.

Dikatakannya bahwa pengusul sepakat pentingnya pengelolaan pasar rakyat secara profesional ditengah persaingan pasar modern.

"Pembatasan pasar modern secara berlebihan tidak akan menjadi solusi jangka panjang bagi eksistensi pasar rakyat, menyiapkan pondasi dan profesional dalam pengelolaan pasar rakyat adalah hal utama dalam hal mempertahankan sebagai lapangan kerja dan potensi PAD bagi kabupaten," ungkap Nyimas Tika Herawati.

Masih dikatakan Nyimas Tika Herawati bahwa masukan fraksi-fraksi DPRD terhadap kebersihan, keamanan, manajemen profesional dan penyediaan fasilitas akan menjadi perhatian kami dalam pembahasan raperda ini. Tutup Nyimas Tika Herawati.(beni/adv)

Tidak ada komentar