Breaking News

Dilantik Jokowi, Undang Sumbaga Ucapkan Selamat Kepada Menteri Bahlil

Realitapost.com, Bengkulu - Setelah dilantik Presiden Jokowi menjadi Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia hari ini. 

Undang Sumbaga sebagai Ketua Umum terpilih BPD HIPMI Bengkulu, mengaku bangga dan langsung mengucapkan selamat dan sukses via pesan whatsapp. 


Ketum HIPMI Bengkulu terpilih ini berharap ditangan Bahlil mampu meningkat iklim investasi secara nasional khususnya di Bengkulu, sehingga pembangunan dapat merata di Indonesia

"Kami sebagai pengusaha di Daerah berharap investasi dapat dilakukan distribusi secara merata ke seluruh daerah Indonesia, khususnya Bengkulu" Undang Sumbaga Ketua Umum terpilih BPD HIPMI Bengkulu. 

Dengan potensi Bengkulu yang sangat melimpah, Undang sumbaga sangat yakin akan semakin banyak investasi yang masuk. Beberapa potensi unggulan seperti ikan laut, batu bara, pasir besi, kelapa sawit dan karet. 

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyebut, pihaknya bakal menggenjot target investasi Rp 900 triliun tahun ini, setelah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengalami perubahan nomenklatur menjadi kementerian. 

Bukan sembarang investasi, target tersebut harus dipenuhi oleh investasi yang berkualitas, dan berimbang antara Pulau Jawa dengan luar Pulau Jawa. 

"Presiden memerintahkan kepada kami adalah pertama bagaimana target terealisasi Rp 900 triliun pada tahun ini, investasi harus berkualitas, dan harus dorong investasi tidak hanya di Pulau Jawa, tapi di luar Pulau Jawa," kata Bahlil dalam konferensi virtual, Rabu (28/4/2021). 

Sepanjang kuartal I 2021, sebaran investasi dari PMA dan PMDN sudah unggul di luar Pulau Jawa dengan porsi mencapai 52,1 persen. Total investasi di luar Jawa mencapai Rp 114,4 triliun atau naik 11,7 persen. 

Sementara di Pulau Jawa sebesar Rp 105,3 triliun dengan porsi 47,9 persen atau turun -2,7 persen. 

Selain itu, Presiden memerintahkan menteri yang baru dilantik tersebut untuk mengurus semua pengusaha tanpa memandang tingkatannya, baik pengusaha besar, pengusaha kecil dan menengah, pengusaha asing, hingga pengusaha nasional. 

"Presiden memerintahkan kepada kami harus mengurus pengusaha semuanya, tidak boleh ada mengurus negara tertentu saja, atau satu daerah tertentu saja. Semua rata berdasarkan aturan," sebut Bahlil. 

Kemudian, perizinan investasi harus didesain semudah mungkin. Sebab kata Bahlil, menahan izin sama dengan menahan laju pertumbuhan ekonomi nasional. Menahan izin sama dengan menahan penciptaan lapangan pekerjaan.


Tidak ada komentar