Breaking News

Gepeng, Silverman, Badutan Menjamur, Dinsos Provinsi Bengkulu Tawarkan Solusi


Realitapost.com, Bengkulu -
Menjamurnya Gelandangan dan Pengemis (Gepeng), manusia silver (Silverman) dan badut-badutan di setiap persimpangan lampur merah atau traffic light Kota Bengkulu  belakangan ini menjadi masalah sosial yang sudah banyak dikeluhkan masyarakat.

Bahkan tak jarang Dinas Sosial Provinsi Bengkulu mendapatkan banyak masukkan dan laporan terkait keluhan maraknya para peminta-minta dipersimpangan lampu merah.

Salah satu warga Erwin pedagang bakso keliling mengaku heran dengan menjamurnya para pengamen, badut, silverman dan pengemis yang ada di setiap persimpangan lampu merah. Hal itu dinilai sangat mengganggu aktivitas lalu lintas dan bisa merusak citra Kota Bengkulu.

"Kalau orang dari luar datang ke Kota Bengkulu, lalu melihat banyak orang yang minta-minta dipersimpangan lampu merah. Pasti mereka menilai kok kota Bengkulu banyak orang peminta-minta," keluhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu Iskandar ZO mengaku telah mendapat banyak keluhan maraknya Gepeng. Untuk itulah dia menawarkan peluang adanya wacana Perda larangan memberikan uang atau barang di persimpangan lampur merah.

Selama ini Gepeng, manusia silver, badut-badutan dan anak punk beraksi lantaran banyaknya warga yang memberikan uang meski nilainya kecil. Namun bila dirata-ratakan penghasilan mereka minimal Rp 50 ribu. Bahkan kalau hari besar bisa meningkat tajam kisaran Rp 200 hingga 250 ribu.

"Kalau Perda larangan ini diberlakukan seperti layaknya perda larangan buang sampah di Kota Bengkulu. Maka akan jauh lebih efektif dan tepat karena berdasarkan evaluasi penanganan Gepeng dipersimpangan lampu merah dengan razia oleh satpol PP tidak maksimal. Uang negara banyak habis dan masalah Gepeng tetap kembali beraksi," ujarnya.(red)

Tidak ada komentar