Breaking News

Ini Penjelasan KR PT. NSC Bengkulu Tekait Penarikan Motor Konsumen

Realitapost.com, BENGKULU - Koordinator Remedial (KR) Area Bengkulu PT. NSC , Arman Suri Menyesalkan terkait beredarnya pemberitaan di beberapa media online yang sempat menampilkan gambar dirinya tanpa konfirmasi terlebih dahulu untuk penggunaan foto berita. Dan atas beredarnya berita-berita itu berdampak negatif terhadap psikologinya secara pribadi. 

Sementara berita yang dimuat berisi tentang ketidakpuasan salah satu konsumen NSS yang ditarik sepeda motornya oleh pihak ketiga PT. Rajawali akibat konsumen menunggak kredit selama 16 bulan dan tenornya telah habis, "Tadi malam, saya jujur terkejut karena banyak kawan-kawan maupun saudara yang japri ke chat WA mengirimkan link-link berita online yang menampilkan gambar wajah saya. Sementara sebelumnya memang ada dari salah satu nomer WA yang mengaku wartawan media online chat untuk meminta statemen atas kejadian ditariknya motor salah satu konsumen NSS karena menunggak. Setelah saya beri jawaban di chat oknum wartawan itu tanpa izin mengambil foto DP di WA saya untuk dijadikan foto berita. Meskipun secara isi berita tidak utuh seperti yang saya jelaskan di chat WA, namun yang sangat membuat saya dan keluarga besar kami sesalkan adalah foto saya yang diambil tanpa konfirmasi. Selama ini, saya berteman cukup baik dengan rekan-rekan media di Bengkulu. Namun dengan pemberitaan beberapa media online tanpa permisi menggunakan foto saya. ini sangat merugikan bagi saya secara pribadi, karena foto ini sifatnya privasi. Semestinya sebagai media, sesuai dengan kode etik jurnalistik dan UU Pers wajib konfirmasi atau izin nara sumber sebelum memuat foto yang akan ditampilkan. Ini kan kejadian terkait PT. NSC secara perusahaan terhadap konsumen, bukan malah asal comot foto seenaknya. Sebab itu, saya minta kepada pihak terkait khususnya konsumen yang melaporkan PT. NSC untuk bisa  meluruskan persoalan ini. Kemudian semestinya isi berita bisa berimbang dan ditulis secara utuh sesuai yang saya sampaikan. Bukan malah  terkesan dipotong jawaban saya dan membuat seolah-olah tindakan penarikan motor oleh PT. Rajawali yang merupakan pihak ketiga dan merupakan rekanan PT. NSC sudah melakukan kesalahan serta menabrak aturan. Padahal apa yang dilakukan oleh pihak PT. Rajawali sama sekali sudah sesuai aturan dimana konsumen berinisial R telah menunggak angsuran kredit sepeda motor Honda Revo Fit tahun 2018 selama 16 bulan dimana dari data konsumen R terakhir membayar angsuran pada bulan Maret Tahun 2020. Sementara masa angsuran kredit 35 Bulan dan sisa angsuran sebenarnya menyisakan 13 bulan. Lalu masa tenor kredit sepeda motor tersebut juga sudah habis. Kemudian statusnya konsumen R waktu itu datang ke kantor PT. Rajawali dimana saat itulah pihak PT. Rajawali mengambil atau menarik motor konsumen tersebut," ungkap Arman Suri saat ditemui, Minggu (6/6).

Selain itu, Arman membeberkan kronologi tunggakan yang belum diselesaikan oleh R dimana saat berita ini dibuat beberapa media online yang sempat menampilkan foto Arman telah merubah dan tidak menampilkan lagi foto Arman di link media online tersebut. Dimana pokok tunggakan angsuran sebesar Rp 8.543.000 kemudian denda atas keterlambatan angsuran lebih dari Rp 5 juta. 

Sehingga jika ditotalkan yang mesti diselesaikan oleh R hampir mencapai Rp 13 juta. "R saat datang ke kantor PT. NSC sempat nego untuk pelunasan dengan mau membayar Rp 3 juta. Saat itu saya katakan bahwa saya tanyakan kepada pimpinan kita. Karena keputusan itu tidak bisa saya yang memutuskannya. Tapi kita ada pimpinan perusahaan. Setelah saya tanyakan dengan pimpinan ternyata tidak bisa jika Rp 3 juta untuk pelunasan. Minimal diberi keringanan kebijakan dari perusahaan R membayar Rp 7 juta. 

Kemudian setelah mendengar jawaban itu, R nampak tidak senang sehingga dia sempat mengancam jika tidak setuju maka persoalan ini akan diperpanjang. Lalu saat itu memang R sempat datang bersama beberapa orang rekannya , dimana rekan R sempat mau menerobos masuk keruangan saya dan saat itu, karena ini merupakan persoalan antara R dengan PT. NSC maka saya minta cukup R dengan saya yang bertemu karena kita tidak mau memperuncing persoalan ini. Tapi ternyata setelah kejadian itu R membuat pernyataan dan muncul berita-berita online yang terkesan memojokkan saya. 

Jujur, saya merasa dirugikan. Ini kan persoalan R dengan PT. NSC, disini saya sebagai koordinator remedial Area Bengkulu PT. NSC, tapi secara pribadi saya ini juga merupakan pengurus partai, sehingga atas kejadian ini merugikan saya secara pribadi. Kenapa tidak menampilkan gambar atau foto yang lain di berita itu? bisa saja foto kantor PT. NSC atau yang lainnya, bukan malah menyerang saya secara personal?.

 Tapi siang ini setelah saya berbicara langsung melalui telepon dengan pimpinan media online itu, saya berikan apresiasi atas ditariknya gambar foto saya di link berita yang muncul sebelumnya. Dan saya sampaikan terima kasih atas kerjasamanya. Selain bekerja di PT. NSC saya merupakan sekretaris DPW salah satu Parpol baru yang dalam waktu dekat kita akan launching di Bengkulu, dimana insya Allah nanti kita ajak seluruh rekan-rekan media untuk ngopi bersama," terang Arman.(red)

Tidak ada komentar