Breaking News

Mekanisme Pemungutan Suara Pilrek Unib Belum Jelas

Realitapost com, Bengkulu - Hingga saat ini mekanisme pemilihan Rektor Universitas Bengkulu masih belum jelas. Agar Pemilihan tersebut bisa berjalan lancar sesuai tahapan di masa pandemi covid 19 dan kebijakan PPKM darurat di Kota Bengukulu.

Maka panitia pemilihan Rektor Unib dituntut kreatif dan bijak menentukan teknis dan tata cara pemilihan Rektor yang sesuai protap Covid19.

Kepada wartawan, Ketua Senat Prof. Syafnil, via WA menjelaskan bahwa hingga kini pihaknya belum bisa berkomentar banyak terkait mekanisme pelaksanan pemilihan Rektor yang dilakukan 2 tahap.

Hanya saja dia membeberkan akan ada beberapa opsi yang akan dibahas bersama Senat dan Panitia Pemilihan yang akan dilaksanakan Senin (2/7/2021). Diantaranya opsi Pemilihan secara Daring (Dalam Jaringan) dan Luring (Luar Jaringan) setiap tahapan.

"Soal teknis dari kedua opsi yang akan dibahas secara detil. Sehingga pada saat keputusan bersama disepakati tidak menimbulkan masalah. Tapi pastinya dan lebih jelas bisa tanya Ketua Panitia," bebernya.

Senada juga dilontarkan, Ketua Panitia Yulian bahwa terkait mekanisme pihaknya juga belum bisa memastikan karena masih akan dibahas bersama dengan Senat."Dalam waktu dekat kita akan rapat bersama membaha soal teknis Pemilihan," singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, Panitia pemilihan Rektor Universitas Bengkulu menyebutkan hingga kini sudah ada 4 Bakal Calon (Balon) Rektor yang mengambil formulir pendaftaran.

Hal itu disampaikan Ketua Panitia Pemilihan, Yulian, kala ditemui wartawan ini, Rabu pagi (28/7/2021), di Gedung Rektorat Unib.

Mantan Dekan FMIPA ini menjelaskan keempat Balon yang mengambil formulir pendaftaran itu yakni Prof. Lizar Alfansi menjabat Wakil Rektor I, Prof Herlambang Dosen Fakultas Hukum, Ir Fahrurozi Dekan Fakultas Pertanian dan Dr. Retno Agustina yang menjabat Dekan Fakultas Ekonomi.

Selanjutnya, panitia akan menunggu tahapan pengambilan formulir pendaftaran semua Balon Rektor untuk kemudian ditetapkan sebagai Calon Rektor Unib melalui Rapat Senat yang baru akan dilaksanakan tanggal 2 Agustus mendatang.

"Jadi ketika sudah ditetapkan sebagai calon pada tanggal 3-nya dilanjutkan dengan pemaparan visi misi di depan Senat dan Panelis secara during. Lalu tanggal 4 Agustus ya kita menjaring melalui pemungutan suara untuk diambil 3 besar yang kemudian diserahkan kepada Kemendikbud Ristek," paparnya.

Ia menambahkan, Tahap Pemilihan berikutnya bersama Menteri yang diperkirakan baru dilaksanakan pada bulan September. Untuk jumlah hak suara Senat sebanyak 65 persen dengan jumlah Senat 38 orang. Sedangkan hak suara Menteri sebanyak 35 persen atau sekitar 20an suara.

Ia berharap proses pemilihan Rektor Unib berjalan lancar, sukses dan aman. Tentu tetap dengan menerapkan Prokes secara ketat dimasa Pandemi yang sudah mewaba saat ini.(gol)

Tidak ada komentar