Breaking News

Ironis, Pelajar Kecamatan Kinal Rela Belajar Ke Sungai Hingga Trotoar

Realitapost.com, Bengkulu - Pelajar Kecamatan Kinal, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu mengalami kesulitan dalam mendapatkan sinyal dalam menempuh pendidikan. Mereka harus mencari sinyal hingga harus ke tepi aliran sungai dan tepi trotoar jalan. Sungguh ironis dan prihatin atas kondisi pembelajaran dalam jaringan online saat Pandemi COVID-19.

Hal ini dilaporkan dan diambil dokumentasi oleh Masyarakat Desa Gd. Wani, Kecamatan Kinal, Kaur, Bengkulu, pada Senin, 2 Agustus 2021. Beliau menyampaikan bahwa "Kondisinya sangat mengkhawatirkan, biasanya dari Pukul 07.00 WIB (pagi) hingga 14.00 WIB (siang) selalu ramai pelajar mencari sinyal di tepi sungai dan tepi jalan karena ada sedikit sinyal, Pemerintah sudah ada upaya dengan Telkomsel, tetapi belum ada sampai sekarang, mereka hanya mendengar isunya saja, ujar Toherwan 

Sangat memprihatinkan, padahal, Pendidikan adalah sumber mata air kehidupan dan kecerdasan. Dari pendidikan juga suatu bangsa bisa maju. Kemajuan bangsa tidak akan terjadi jika masih ada pelajar kesulitan dalam menempuh pendidikan. 

Kondisi ini sampai diketahui oleh Pengusaha Sukses asal dari Kinal, Kaur, Bengkulu, yaitu Tomi Defantri, Owner BSM Entertainment, “Cukup memprihatinkan, dimana Bapak Presiden meminta setiap generasi muda minimal harus menjadi smart digital user, tapi pada kenyataannya, generasi muda di Kecamatan ini untuk mendapatkan akses sinyal seluler pun susah. Semoga ada sedikit perhatian dari Pemerintah, dan Kami sebagai Pemuda Keturunan Kinal siap mendukung dan berkolaborasi dengan pemerintah jika dibutuhkan untuk segera mewujudkan kehadiran sinyal seluler menyeluruh di Kecamatan Kinal, Kabupaten Kaur - Provinsi Bengkulu”, katanya 

Sungguh menyedihkan, melihat kondisi pelajar duduk di tepi sungai dan tepi jalan hanya untuk mendapatkan sinyal. Zaman serba canggih dan teknologi yang sangat maju, ternyata masih ada daerah yang belum bisa merasakannya. Keterbatasan sinyal bagi pelajar adalah masalah nyata yang harus dituntaskan. 

Laporan ini juga sampai diketahui oleh Mahasiswa Perantau di Jakarta, yaitu Wendy Aprilyanto, Mahasiswa FH UI, selaku Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Bengkulu Jabodetabek (IMBJ), "Pemerintah Daerah, dalam hal ini Provinsi Bengkulu sebagai wakil pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur harus lebih memperhatikan kondisi pembelajaran daring bagi pelajar yang kesulitan mendapatkan sinyal, sudah seharusnya fasilitas pendidikan menjadi prioritas utama" ujarnya

Ia menambahkan "Saya merasa sedih dan prihatin masih ada pelajar yang mengalami kesulitan sinyal untuk belajar. Konstitusi menjamin setiap warga negara mendapatkan pendidikan yang layak. Pemerintah memiliki kewajiban dalam menyediakan dan memfasilitasinya. Saya meminta Pemerintah Daerah setempat agar segera memberikan solusi yang cepat dan tepat demi seluruh pelajar mendapatkan pendidikan yang layak". Kata Wendy, yang juga selaku Ketua Kepemudaan Badan Musyawarah Masyarakat Provinsi Bengkulu Jabodetabek (BMMPB)

Tidak ada komentar