Breaking News

Gizi Buruk Dan Stunting Jadi Sorotan Reses Solihin Adnan

Realitapost.com, Bengkulu - Sistem  ketahanan pangan dan gizi (SKPG) serta Posyandu dianggap masih relevan untuk dilaksanakan kedepan mengingat kasus rawan pangan hingga memicu munculnya kasus gizi buruk masih saja terjadi di beberapa daerah.

Anggota DPRD Kota Bengkulu Solihin Een Adnan dalam resesnya yang dilaksanakan Sabtu sore (11/12) mengatakan peran Posyandu ditengah masyarakat sangat besar, sehingga keberadaan Posyandu saat ini masih sangat relevan. 

Menurut Solihin, dukungan teknis terhadap Posyandu sangat diperlukan karena Posyandu merupakan wahana penting dalam rangka mencapai Masyarakat Kota Bengkulu yang Bahagia dan Relijius sesuai Visi Kota Bengkulu.

"Kita berharap masyarakat Kota Bengkulu tidak hanya bahagia dan relijius namun juga sehat. Kita berharap kedepan Pemerintah Kota bisa memberikan perhatian lebih terhadap Posyandu, dengan memperkuat Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan dasar kesehatan," ujarnya.

Selain itu, Solihin juga meminta Pemkot menuntaskan persoalan Stunting yang masih menjadi momok nasional. Solihin menegaskan Dewan secara kelembagaan berkomitmen untuk menuntaskan stunting di Kota Bengkulu.

"Ini juga harus dituntaskan karena akan berpengaruh terhadap angkatan kerja Indonesia. Apalagi tahun 2030 Indonesia akan mengalami bonus demografi," tutupnya.(red)

Tidak ada komentar