Breaking News

Dispora Ingin Musorprov KONI Tidak Meninggalkan Dosa

Realitapost.com, Bengkulu - Mundurnya Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bengkulu menimbulkan pro dan kontra dari kalangan pecinta olahraga Bengkulu.

Namun demikian tidak sedikit yang pihak mengapresiasi langkah penundaan Musorprov KONI Bengkulu sebagai langkah kemajuan demi menyelamatkan nama baik KONI yang selama ini banyak meninggalkan dosa korupsi.

Kepala Dispora Provinsi Bengkulu Atisar Sulaiman kepada wartawan mengatakan Pemprov dalam hal ini Dispora ingin saat pelaksanaan Musorprov KONI tidak meninggalkan persoalan bagi kepengurusan baru. Makanya kenapa perlu dilakukan penundaan demi memberi waktu bagi pengurus saat ini untuk dapat menyelesaikan laporan pertanggungjawaban keuangan secara detil.

Hal senada juga dilontarkan Senator DPD RI Ahmad Kanedi, yang juga selaku Ketua Komite Olahraga Rekreasi Indonesia (KORMI) Provinsi Bengkulu mengaku sekapat dengab penundaan Musorprov KONI Bengkulu.

"Jadi ini ada hikmah sekaligus menjadi momentum bagi pengurus untuk berbenah sehingga pada saat pelaksanaan Musorprov KONI berjalan sesuai yang diharapkan masyarakat khususnya untuk kemajuan olahraga di Provinsi Bengkulu," ujar pria yang akrab disapa bang Ken.

Sebelumnya diberitakan, surat terbaru penundaan Musorprov KONI Bengkulu yang dikeluarkan KONI Pusat nomor 1464/ORG/XII/2021 tanggal 20 Desember 2021 yang ditandatangani langsung Sekjen Ketua KONI Pusat Drs. Lukman Djajadi Kusuma, MEMOS.

Adapun isi penundaan surat tersebut meminta agar Musorprov KONI dilaksanakan sampai selesainya laporan pertanggungjawaban laporan keuangan yang telah digunakan.

Dengan demikian, maka kini publik olahraga tinggal menantikan apakah penundaan Musorprov KONI menjadi babak baru dalam tahapan yang sudah dilaksanakan atau justru menggugurkan tahapan yang sudah berjalan

Sementara itu, dengan keluarnya surat penundaan pelaksanaan Musorprov KONI Bengkulu oleh pusat langsung mendapat respon dari kalangan Pengurus Cabang Olahraga (Cabor). 

Salah satunya datang dari insan olahraga Tekwondo Provinsi. Ketua Cabor Pengurus Besar Tekwondo Indonesia (PBTI) Provinsi Bengkulu Sefty Yuslinah, S. Sos, MAP, kepada wartawan mengaku setuju dengan alasan penundaan Musorprov KONI karena alasan belum diselesaikannya laporan pertanggungjawaban penggunaan dana yang diterima melalui Hibah Pemprov.

"Yang jelas jika penundaan itu tidak menyalahi aturan KONI Pusat. Apalagi saya pikir masa jabatan Plt Ketua KONI sampai akhir bulan ini sehingga wajar bisa Pemprov minta diselesaikan dulu laporan keuangan karena kita tidak ingin terjadi masalah KONI untuk Ketiga kalinya lagi," harapnya.

Ia masih sangat berharap kepada Ketua KONI yang terpilih mendatangkan agar mampu memberikan kemajuan dunia olahraga Provinsi Bengkulu disetiap Cabor yang ada.

"Karena bagaimanapun KONI sebagai induk organisasi olahraga harus mampu memberikan perhatian serius kemajuan olahraga bukan memberikan masalah," pesannya.(ADV)

Tidak ada komentar