Breaking News

Tokoh Pemuda Lembak Kutuk Dugaan Pungli SMPN 15 RL

Realitapost.com, Bengkulu - Menyikapi pemberitaan yang viral belakang ini di Kabupaten Rejang Lebong tentang dugaan pungutan liar (Pungli) di SMPN 15 Kecamatan Kota Padang langsung mendapatkan kritikan pedas dari tokoh pemuda Lembak.

Salah satu tokoh Pemuda Lembak, Arman Suri, kepada wartawan mengutuk keras adanya dugaan praktik Pungli siswa SMPN 15 oleh pihak Sekolah. Bahkan dia menyayangkan, masih ada pihak sekolah yang tega memeras peserta didik penerima bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

"Kalau info ini benar.! Saya paling depan mengutuk karena perbuatan itu sudah mencoreng dunia pendidikan di wilayah Lembak. Bahkan bukan tidak mungkin, praktek dugaan pungli ini terjadi di Sekolah lain," tegas Arman yang juga selaku Ketua Umum Lembak Sembilan Comunity.

Dia juga meminta kepada pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Rejang Lebong dan Pengawas Sekolah SMP untuk tidak tutup mata dengan dugaan praktik pungli.

"Makanya kita mendesak agar Kepala Dinas dan Pengawas memanggil Kepala Sekolah tersebut untuk mengklarifikasi sehingga tidak menimbulkan fitnah yang makin liar," jelas yang juga Bendahara KNPI Kota

Seperti diberitakan sebelumnya dalam media "Koran online RI-Media" Wali Murid berinisial WR mengungkapkan bahwa Pertama kali anaknya berangkat, saya lagi di kebun lalu dia (pihak sekolah) minta Rp.50.000. lalu, berangkat kedua anak saya berangkat dengan saya minta Rp.50.000 sehingga total Rp.100.000.

"Rupanya dia kembali minta lagi, untuk pribadi saya beri Rp.25.000,-, saya ini orang miskin, sudah itu minta lagi Rp.300.000, saya beri karena saya mau buku bank, alasan dia untuk berbagi dengan teman temannya. Kami 13 orang rata rata di minta ongkos mobil Rp.50.000,- )”, ungkap salah satu Wali Murid dalam bahasa Lembak kepada Wartawan.

Murid lain didampingi walinya juga menceritakan kronologi adanya dugaan pemotongan oleh oknum kepala sekolah tersebut. Selama SMP Pernah dapat sekali Rp.750.000,- di potong Rp.200.000,-),” jelas Murid yang tidak mau disebutkan namanya dalam bahasa Lembak.

Saat dikonfirmasi Via pesan singkat WhatsApp, Assalamualaikum buk, izin konfirmasi, saya Pemimpin Redaksi Koran RI MEDIA.

Tim kami dilapangan mendapat laporan dari masyarakat, apakah benar di SMP 15 Kota Padang, untuk program penerima bantuan Indonesia pintar ada pemotongan, terima kasih, mohon informasinya, tidak dijawab, cuma dibaca dengan tanda cek list dua.

Ditemui di SMP Negeri 15 Kota Padang, kepala sekolah tidak ada ditempat, Zairisman yang menyambut kedatangan wartawan, dia menjelaskan” kepala sekolah dak ado(tidak ada), lagi DL(Dinas Luar), ditanya bendahara, lagi keluar” ditanya posisi dirinya, aku tu dak do jabatan, guru Yo, bendahara yang lamo sudah pensiun,(saya disini tidak ada jabatan, kalau guru, ya, bendahara yang lama sudah pensiun, bendahara sekarang lagi nunggu SK, kalau sekarang belum ada, rencananya saya, karena SK belum turun), bendahara lamo pensiun bulan 9( bendahara yang lama pensiun dari bulan 9),”jelas Zairisman.

Ditanya masalah pencarian dana dari bulan 9 sampai sekarang, masih bendahara yang lamo(masih bendahara yang lama), belum serah terima jabatan, ditanya perihal bantuan KIP, aku dak tau, tanyo dengan kepala sekolah langsung(saya tidak tahu, tanya dengan kepala sekolah langsung), kalau mau berita tanyo dengan kepala sekolah(kalau mau berita tanya dengan kepala sekolah langsung),”Sambung Zairisman.

Saat dikonfirmasi dengan Reza Pahlevi (PLT Dinas pendidikan Rejang Lebong) beliau mengatakan”Kita panggil dulu, terima kasih banyak atas sosial kontrol kawan kawan semua, seperti itu(Pungli) tidaklah wajar, kalau dugaan seperti itu memang ada, kita luruskan,”tegas PLT Dinas pendidikan Rejang Lebong.

WR berharap, dugaan pungli ini dapat segera diselesaikan oleh pihak-pihak berwenang, Karena memang sangat merugikan penerima Bantuan KIP.(red)

Tidak ada komentar